Banjir Landa Murung Raya, Pemuda Desak Pemerintah dan Pelaku Usaha Bertanggung Jawab
MURUNG RAYA— Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Murung Raya dalam beberapa hari terakhir kembali menyebabkan banjir. Banjir tersebut banyak melanda pemukiman warga serta Banyak aktivitas masyarakat terkendala karena terputusnya jalur dalam beraktivitas.Melihat kondisi tersebut, Salah seorang Pemuda asli Murung Raya menyuarakan keprihatinan sekaligus mendesak Pemerintah Daerah dan pelaku usaha swasta untuk bertanggung jawab atas dampak kerusakan lingkungan yang dinilai turut memperparah bencana ini. (4/10)
Yaya Laverda salah satu Pemuda dari Murung Raya yang sedang menempuh pendidikan di sebuah Perguruan Tinggi di Palangka Raya menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh lagi menutup mata terhadap penyebab struktural dari bencana banjir.
“Kita sudah berkali-kali mengalami hal yang sama. Hujan hanya menjadi pemicu, tapi penyebab utamanya adalah tata kelola lingkungan yang buruk dan lemahnya pengawasan terhadap aktivitas perusahaan. Pemerintah dan pelaku usaha harus bertanggung jawab atas penderitaan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Murung Raya bersama DPRD segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin-izin perusahaan tambang dan perkebunan yang beroperasi di daerah tersebut. Evaluasi diperlukan untuk memastikan bahwa aktivitas mereka sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan tidak merugikan masyarakat.
Selain itu, Yaya Laverda juga menyerukan agar pelaku usaha swasta ikut serta dalam penanganan pasca banjir sebagai bentuk tanggung jawab sosial (CSR) yang nyata, bukan sekadar seremonial. Mereka meminta agar perusahaan-perusahaan di Murung Raya menyalurkan bantuan logistik dan dana pemulihan kepada masyarakat terdampak serta terlibat dalam rehabilitasi lingkungan.
“Dalam jangka panjang, kami pemuda ingin mengingatkan bahwa Murung Raya membutuhkan kebijakan tata ruang dan pengelolaan sumber daya alam yang berpihak pada kelestarian lingkungan. Banjir berulang kali terjadi bukan sekadar bencana alam, melainkan bencana ekologis akibat lemahnya komitmen pemerintah dan dunia usaha terhadap keseimbangan lingkungan”Tutup nya. //

Tinggalkan Balasan